Jakarta — Hujan yang turun sepanjang malam menyebabkan banjir setinggi sekitar satu meter merendam kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur. Air dilaporkan naik cepat menjelang dini hari, membuat warga terbangun dalam kondisi rumah sudah tergenang dan akses lingkungan terputus.
Genangan merendam rumah, jalan lingkungan, serta fasilitas umum. Sejumlah warga terpaksa mengevakuasi barang ke tempat lebih tinggi, sementara sebagian memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau titik aman terdekat.
Air Datang Saat Malam, Warga Minim Waktu Bersiap
Banjir yang terjadi saat malam hari membuat warga memiliki waktu terbatas untuk bersiap. Banyak yang hanya sempat menyelamatkan dokumen penting dan kebutuhan mendesak. Perabot rumah tangga, sepeda motor, hingga alat usaha kecil ikut terendam.
Di beberapa titik, arus air cukup deras sehingga warga diminta tidak memaksakan diri melintas, terutama anak-anak dan lansia.
Dampak Aktivitas dan Layanan
Seiring pagi menjelang, aktivitas warga lumpuh. Akses keluar-masuk kawasan terganggu, sekolah dan tempat kerja terdampak, serta layanan lingkungan berjalan terbatas. Petugas gabungan melakukan pemantauan tinggi muka air dan membantu evakuasi, sekaligus memastikan keselamatan warga.
Pemerintah setempat berkoordinasi untuk menyiapkan bantuan darurat, termasuk kebutuhan dasar dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Keamanan Publik dan Kewaspadaan Pascabanjir
Selain genangan, risiko pascabanjir turut diingatkan: listrik, lantai licin, dan penyakit berbasis air. Warga diimbau mematikan aliran listrik di rumah yang tergenang, menggunakan alas kaki, dan menjaga kebersihan saat air mulai surut.
Informasi cuaca dan peringatan dini terus dipantau untuk mengantisipasi hujan susulan.
Human Interest: Bertahan dan Saling Menolong
Di tengah kondisi sulit, solidaritas warga terlihat. Tetangga saling membantu mengangkat barang, berbagi makanan hangat, dan menjaga anak-anak agar tetap aman. “Airnya cepat naik, tapi kami saling bantu,” ujar seorang warga, menggambarkan ketangguhan komunitas di tengah bencana.
Penutup
Banjir setinggi satu meter yang merendam Kebon Pala setelah hujan semalaman menjadi pengingat kerentanan permukiman padat terhadap cuaca ekstrem. Respons cepat, kewaspadaan, dan gotong royong menjadi kunci mengurangi risiko.