Jakarta – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebutkan H+1 Lebaran menjadi puncak kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal, dengan proyeksi pertumbuhan transaksi mencapai dua digit dibanding hari biasa.
Ketua Umum APPBI mengatakan peningkatan ini sejalan dengan tingginya aktivitas masyarakat setelah perayaan Idul Fitri, di mana banyak warga memanfaatkan waktu untuk berbelanja dan berkumpul bersama keluarga.
Lonjakan Kunjungan Usai Lebaran
Menurut APPBI, tren kunjungan mal selalu meningkat signifikan pada periode setelah Lebaran, khususnya pada H+1 hingga beberapa hari berikutnya.
“Masyarakat biasanya mulai keluar rumah untuk berbelanja, makan bersama, dan menikmati hiburan di pusat perbelanjaan setelah hari pertama Lebaran,” ujarnya di Jakarta.
Pusat perbelanjaan menjadi salah satu destinasi favorit karena menawarkan berbagai kebutuhan dalam satu lokasi.
Transaksi Diproyeksi Tumbuh Dua Digit
APPBI memproyeksikan pertumbuhan transaksi di mal mencapai dua digit selama periode libur Lebaran. Peningkatan ini didorong oleh konsumsi masyarakat yang meningkat, terutama untuk kebutuhan fesyen, kuliner, dan hiburan.
Promo Lebaran dan diskon dari tenant juga menjadi faktor yang menarik minat pengunjung untuk berbelanja lebih banyak.
Pengelola Siapkan Antisipasi Kepadatan
Menghadapi lonjakan pengunjung, pengelola mal telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk pengaturan arus pengunjung dan penambahan petugas keamanan.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama aktivitas di pusat perbelanjaan.
Selain itu, fasilitas umum seperti area parkir, akses masuk, dan layanan pengunjung juga ditingkatkan guna menghindari kepadatan berlebih.
Imbauan bagi Pengunjung
APPBI mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban saat berkunjung ke mal, terutama pada periode puncak Lebaran.
Pengunjung diharapkan dapat mengatur waktu kunjungan serta mematuhi aturan yang berlaku di pusat perbelanjaan.
Optimisme Pemulihan Sektor Ritel
Lonjakan kunjungan dan transaksi selama Lebaran menjadi indikator positif bagi sektor ritel nasional.
APPBI menilai momentum ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor perdagangan dan jasa.
Dengan tren yang positif, pelaku usaha ritel optimistis kinerja bisnis akan terus membaik sepanjang tahun.