JAKARTA (INITOGEL) — Setiap kali air laut pasang, warga di pesisir Jakarta kembali bersiap. Jalanan tergenang, rumah terendam, dan aktivitas sehari-hari terhenti. Banjir rob bukan lagi peristiwa langka, melainkan ancaman yang berulang dan perlahan menggerus rasa aman warga pesisir ibu kota.

Namun di balik tantangan itu, berbagai ikhtiar terus dilakukan untuk membebaskan pesisir Jakarta dari ancaman banjir rob yang kian nyata akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah.

“Kalau air laut naik, kami sudah hafal jamnya,” ujar seorang warga pesisir Jakarta Utara. “Yang kami harapkan, ada solusi jangka panjang.”

Banjir Rob dan Ancaman yang Terus Membesar

Banjir rob terjadi ketika air laut pasang masuk ke daratan, diperparah oleh penurunan permukaan tanah dan naiknya muka air laut. Wilayah pesisir Jakarta menjadi salah satu kawasan paling rentan, terutama di Jakarta Utara.

Dampaknya tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kesehatan, pendidikan anak, serta mata pencaharian warga, khususnya nelayan dan pekerja informal.

“Rob bukan cuma air, tapi membawa masalah panjang,” kata seorang pengamat lingkungan.

Tanggul dan Infrastruktur Jadi Garis Pertahanan

Salah satu ikhtiar utama adalah penguatan dan peninggian tanggul laut. Pemerintah daerah dan pusat terus melakukan perbaikan tanggul di titik-titik rawan untuk menahan limpasan air laut.

Selain itu, pembangunan sistem pompa dan pintu air dilakukan agar genangan bisa cepat surut saat air pasang terjadi. Infrastruktur ini menjadi garis pertahanan awal bagi kawasan pesisir.

“Tanggul membantu, meski belum sepenuhnya menghilangkan rob,” ujar seorang petugas lapangan.

Peran Naturalisasi dan Ekosistem Pesisir

Selain pendekatan beton dan besi, upaya naturalisasi juga mulai mendapat perhatian. Penanaman mangrove di kawasan pesisir menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk meredam gelombang laut dan mengurangi abrasi.

Mangrove tidak hanya menahan air, tetapi juga memperbaiki ekosistem dan membuka peluang ekonomi bagi warga melalui ekowisata dan perikanan.

“Kalau mangrove tumbuh, pantai lebih terlindungi,” kata seorang pegiat lingkungan.

Pengendalian Penurunan Tanah

Ancaman rob tidak bisa dilepaskan dari penurunan muka tanah yang sebagian besar disebabkan oleh penggunaan air tanah berlebihan. Pemerintah mendorong pembatasan penggunaan air tanah dan memperluas jaringan air bersih perpipaan.

Langkah ini menjadi bagian penting dari ikhtiar jangka panjang, karena tanpa menghentikan penurunan tanah, tanggul setinggi apa pun akan selalu tertinggal oleh air laut.

“Masalah rob harus ditangani dari hulunya,” ujar seorang ahli tata kota.

Adaptasi Warga Pesisir

Sambil menunggu solusi menyeluruh, warga pesisir juga melakukan adaptasi mandiri. Sebagian meninggikan lantai rumah, membuat saluran air sederhana, atau mengatur waktu aktivitas mengikuti pasang surut laut.

Meski demikian, warga berharap tidak selamanya harus beradaptasi dalam kondisi darurat.

“Kami ingin hidup normal, tidak terus waspada air,” ujar seorang ibu rumah tangga.

Kolaborasi Jadi Kunci

Upaya membebaskan pesisir Jakarta dari banjir rob tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah pusat, daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat harus berjalan bersama.

Pendekatan yang menyatukan infrastruktur, solusi alam, pengendalian lingkungan, dan partisipasi warga dinilai menjadi jalan paling realistis menghadapi tantangan ini.

“Rob adalah persoalan bersama, solusinya juga harus bersama,” kata pengamat kebijakan publik.

Harapan untuk Pesisir yang Lebih Aman

Ikhtiar membebaskan pesisir Jakarta dari ancaman banjir rob adalah proses panjang. Tidak ada solusi instan. Namun setiap tanggul yang diperkuat, setiap mangrove yang ditanam, dan setiap kebijakan yang dijalankan menjadi bagian dari harapan.

Bagi warga pesisir, harapan itu sederhana: hidup tanpa cemas setiap kali air laut pasang. Dan bagi Jakarta, perjuangan melawan rob adalah ujian nyata bagaimana kota besar belajar berdamai dan beradaptasi dengan alam.

By admin